Kamis, 16 Agustus 2012

Petik Laut

Sore hari adalah saat yang nyaman untuk jalan-jalan. Sebagian pejuang 33 jalan-jalan menuju sebuah pantai dekat dengan Balai Desa. Ada pembicaraan menarik tentang Petik Laut antara Alfian dan Robba sang putra Longos. Kebudayaan dan adat di Pulau Madura saat ini masih kental, terutama pada Desa Longos Kecamatan Gapura Sumenep karena desa ini langsung berbatasan dengan laut untuk sebelah selatannya. Masih banyak kebudayaan unik dan masih mempercayai mitos nenek moyang. Salah satunya adalah pemberian sesajen ke laut untuk menolak balak.

Petik laut biasa di sebut juga Rokat Tasek/Nyader, prosesi pembuangan perahu kecil yang di dalamnya berisi sesaji. Seperti beras, pisang, ayam hidup, kelapa dan bunga 7 warna tetap berlangsung hikmat. Bahkan, ratusan warga nelayan ikut dalam larung sesaji tersebut.
 
Petik Laut
Larung sesaji itu dimaksudkan untuk tolak balak atau muangsangkal (membuang hal-hal yang buruk). Konon warga Pesisir Bintaro sudah ratusan tahun yang menggelar Rokat Tasek. Tujuannya, mengusir raja ikan bernama Minah.
Kehadiran raja ikan itu diangap membahayakan nelayan, selain ikan-ikan kecil habis dimakan raja ikan, juga seringkali memakan korban jiwa. Sehingga dengan menggelar Rokat Tasek, warga nelayan setempat diberi keselamatan dan hasil tangkapan ikan membawa berkah dan mencukupi kehidupannya sepanjang tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar